Sabtu, 06 November 2010

For You, Mom...

 Haii Cherr...
Beberapa hari ini memang kelabu...
Ngimbangin banget ama isi hati aku belakangan ini...
Semenjak mamah pergi, aku akui kalau aku memang seperti hidup di atas perahu. Terombang-ambing. Kesana kemari tak tau arah. Belum tiap kali aku melihat adik laki-lakiku yang baru kelas 3 SMP. Sedih banget rasanya. Melihat situasi yang aku alami sekarang. Aku selalu berharap agar kepedihanku ini cepat berakhir. Aku sungguh tak ingin melihat kedua orang tuaku bertengkar lagi. Apalagi mengorbankan anak-anaknya. Kadang aku suka berpikir, apa mereka tak pernah memikirkan bagaimana perasaaan sang anak.

Terlalu sulit buat aku untuk hidup mandiri. Aku belum terbiasa Cherr. Hidup tanpa seorang ibu. Mungkin selama ini memang benar aku tak pernah mensyukuri ketika ada seorang ibu yang ketika ku lihat wajahnya begitu cantik namun sorot matanya menyimpan banyak kepedihan ada di sampingku. Dia selalu menemaniku. Dia mendengarkan ceritaku, dia memarahiku ketika aku salah, dia selalu menasehatiku, dia selalu menyuruhku ini itu. Dia yang kusayangi Cherr. Kini aku sedang merindukannya. Aku berharap dia cepat pulang untuk menemui aku dan adikku.

Aku selalu ingat bagaimana dia memperjuangkanku agar aku tetap dapat bertahan hidup, bagaimana susahnya dia bekerja untuk menyekolahkanku. Dan hal itu dia lakukan juga kepada adik-adikku.

Mamah...
Seandainya kau ada disini...
Ingin kupeluk dirimu dan ku kecup keningmu...
Mamah, aku merindukanmu...
I love you so much...
I miss you and i need you now...

Tuhan...
Tolong sampaikan salam rindu dan sayangku untuknya....

Mama Lyrics by Spice Girls


She used to be my only enemy and never let me free,
Catching me in places that I know I shouldn't be,
Every other day I crossed the line,
I didn't mean to be so bad,
I never thought you would
Become the friend I never had

Back then I didn't know why,
Why you were misunderstood,
So now I see through your eyes,
all that you did was love,
Mama I love you, Mama I care,
Mama I love you, Mama my friend,
My friend

I didn't want to hear it then but
I'm not ashamed to say it now,
Every little thing you said and did was right for me,
I had a lot of time to think about,
About the way I used to be,
Never had a sense of my responsibility.

Back then I didn't know why,
Why you were misunderstood,
So now I see through your eyes,
All that you did was love,
Mama I love you, Mama I care,
Mama I love you, Mama my friend, My friend

But now I'm sure I know why,
Why you were misunderstood,
So now I see through your eyes,
All I can give you is love,
Mama I love you, Mama I care,
Mama I love you, Mama my friend,
My friend

Mama I love you, Mama I care,
Mama I love you, Mama my friend,
You're my friend

http://www.seeklyrics.com/lyrics/Spice-Girls/Mama.html

Rabu, 03 November 2010

This is Bamboozle of The Oaf's Lark (BOTOL)


Ummppphh.....
I Miss You Friends......
Nama temen-temen aku dari sebelah kiri....
Reni, Siti, Dine, Reza, Aku(Futri)

Story of Ring


Memulai lagi dari awal. Hummp...
Sesuatu yang sulit dideskripsikan bila kita tak mengerti maksud dari perkataan itu.
Cherr...
Jum'at, 22 Oktober kemarin aku bertengkar lagi dengan Abs. Entah kenapa, kami selalu saja salah paham atau istilah lainnya Miss Comunication.
Sore itu Abs menjemputku. Aku tak tau apa yang yang kurasakan, semuanya terasa begitu hambar. Mungkin karna pertengkaran sebelumnya yang menyebabkanku jadi seperti ini.
Ku lihat wajah Abs, dia terlihat begitu menakutkan (sebenernya mank udah serem dari sananya Hhe.. maaf ea ionk.. tapi fuku harus jujur....). Aku tau dia marah, tapi entah apa yang membuatnya marah padaku. Dia hanya membuatku semakin putus asa ditengah kesedihan yang aku rasa.

Tak lama aku disuruh naik ke motornya. Lalu Abs bertanya padaku dengan nada yang sedikit tinggi.
"Kenapa sih ? Gak bisa hargain aku sedikit aja ?!"
Aku hanya bisa terdiam.
"Tuh kan, ditanya gak jawab. Udah nganggep aku gak ada ?"
Betul-betul kesal perasaanku saat itu Cherr. Aku selalu menganggap kalo Abs itu gila penghargaan banget. Apa salah kalo aku terlalu cuek ? Tapi ini aku Cherr. Seharusnya dia bisa terima sifat aku yang seperti ini kalo memang dia sayang ama aku. Selalu terpikir olehku ketika kami sedang bertengkar seperti ini lebih baik aku mengakhiri saja hubungan aku denga Abs. Egois memang, tapi ku pikir inilah jalan terbaik. Memang waktu semalam aku telah mempersiapkan sebuah buku yang berisikan tentang kekecewaanku pada Abs. Dan hari Jum'at itu aku tunjukan pada Abs. Seketika Abs berhenti mengendarai motornya.
" JADI KAMU MAU PUTUS ?! IAH ??" terasa Abs begitu membenciku dengan teriakannya.

Ya ampun Cherr, lagi-lagi dia melakukan hal yang paling aku benci. Abs begitu temprament. Dan aku benci adegan ini. Ketika Abs berteriak padaku dan semua pengguna jalan memperhatikan kami. Ini hal yang paling aku benci, menjadi pusat perhatian orang. Ingin rasanya aku pergi saat itu juga meninggalkan Abs. Tapi itu justru akan memperburuk keadaan. Aku hanya bisa terdiam dan berusaha menekan keegoisanku agar semua tak bertambah buruk. Lalu aku membujuk Abs untuk berbicara ditempat yang sekiranya tak banyak orang ditempat itu. Akhirnya kuputuskan untuk mengajak Abs ke Taman Lansia. Samping  Gedung kantor Gubernur Jawa Barat. Kita duduk diam sejenak.

Aku masih terheran saja saat Abs marah-marah padaku tanpa alasan yang aku tak tahu pasti.
Apa yang membuatnya hingga dia mengekspresikan marah yang berlebihan untuk kesalah pahaman antara aku dan Abs. Apa dia sudah tak bisa toleransi dengan sikapku yang seperti ini ?
Dan kenapa dia harus selalu cemburu yang berlebihan setiap kali aku bercerita tetang teman lelakiku. Padahal aku hanya sebatas kenal, hanya tersenyum saja bila aku dan pria itu bertemu. Inisial cowo itu RC.
You know Cherr, kalo aku tuh gak ada hubungan apa-apa ama RC. Aku tertarik ama RC ajah gak sama sekali. Aku belajar dari pengalaman Cherr. Ketika setahun lalu, mungkin bisa dibilang aku telah berselingkuh dengan pria lain. Dan mungkin karena hal ini pula Abs menjadi begitu protektif padaku. Karna kejadian itu telah menimbulkan trouma bagi Abs.

Terus otakku berpikir. Mencari tahu apa yang seharusnya aku lakukan, tapi aku gak bisa Cherr. Sampai akhirnya Abs memulai pembicaraan padaku.
"Maafin Rieku ea, tadi rieku cuma pengen dingertiin ajh. Rieku gie banyak masalah. Salahnya Rieku minta pengertian Fuku, tapi rieku gak bilang apa masalah Rieku."
"emmp." jawabku singkat.

Kesel banget Cherr, dia marah-marah kayak tadi karna masalanhya sendiri. Nge-Betein banget.
"Tadi Rieku berantem ama anak SMA Negeri XX di tempat ini juga. Rieku berantem lawan empat orang. Liat tuh ampe memar-memar gini."
Tapi kata-katanya itu tak menimbulkan iba sedikitpun dihatiku.
"Fuku tau Sdq kan temen rieku ? Gara-gara dia pasang status yang aneh-aneh jadi rieku kayak gini."
"Mank dia pasang status apa sih sampai harus berantem segala ?" kini giliran aku yang balik bentak-bentak Abs. (lumayan ajang balas dendam. Hhe..)
"Iah Sdq pasang status FUKU pacar RIEKU cantik banget. Gila gak ? Langsung ajah rieku marain Sdqnya. Rieku bilang lu mah pacar orang dipromosiin."
(gak nyangka ada juga orang lain yang bilang aku cantik selain pacar aku. Hhee...)
Belum selesai Abs bercerita aku memotong perkataannya.
"Cuma gara-gara itu ? Ampe bikin berantem ! Kayak anak kecil banget." nadaku sedikit ketus.
"Iah abis sapa yang enak coba, anak SMA Negeri itu bilang fuku pelacur mana bawa-bawa mamah fuku lagi. Masih mending kalo dia kenal ama fuku. Inikan enggak, rieku ajh gak tau siapa mereka."

Hummpp..
Emang iah juga Cherr, gak enak kalo dibilang macem-macem tapi gak sesuai ama kenyataannya. Tapi gak haruslah kita masuk ama perkataannya orang-orang yang cuma berani ngomong lewat jejaring sosial tapi gak berani ngomong langsung. Buat aku emang gak jadi masalah. Karna namanya juga jejaring sosial kadang semua bisa gak sesuai ama kenyataannya. Dan kebanyakan orang cuma iseng doang. Mungkin itu alasan aku kenapa gak tertarik ama jejaring sosial yang sekarang ini begitu bayak digemari oleh banyak orang diseluruh penjuru dunia.

Balik lagi ama Abs.
"Ea udahlah, lupain ajah ! Fuku juga gak kenapa-kenapa yang dibilangnya kko rieku yang keselnya."
"Iah maaf, rieku cuma gak suka ajh kalo ada orang yang macem-macem ama fuku."
"Iah, makasih ea sayang."
Sejenak setelah itu, tak ada lagi amarah yang aku rasa. Lalu Abs berbicara lagi seperti Abs yang selama ini aku kenal.
"Jadi fuku gak akan putusin rieku kan ?" tanyanya.
"Iah, gak akan kko." jawabku senang.
"Ea udah besok kan kita pacaran mau setaun lebih satu bulan, hari ini rieku mau ajak fuku mulai dari awal lagi. Kita lupain semua masalah yang ada dan kita mulai semua yang udah baik jadi lebih baik. Mau gak ?" kata-katanya sungguh terdengar begitu menyenangkan untuk mengakhiri pertengkaran kami.
Dengan semangat aku mengiyahkan.

"Oia, sebagai tanda kita memulai dari awal, gimana kalo kita beli cincin."
"Hah ? Gak salah beli cincin ionk ? Punya uang dari mana ?" tanyaku setengah bingung.
"Hheee... Tadi kan pas rieku berantem temen rieku bilang kalo rieku menang lawan empat orang ntar rieku dikasih bayaran. Ea udah rieku sanggupin, taunya rieku menang. Hhee... jadi ajah."
Haduh-haduh Cherr,,,
"Berarti uangnya haram donk ? Kan uang taruhan ?"
"Ea enggaklah, rieku kan tadi udah nyumbang ke kotak amal."
Hhhaaa Cherr... Mank bisa iah uang hasil taruhan kalo kita udah bershodaqoh jadi halal ???
Ck...ck...ck...
Tapi yang jelas, yang aku tau cincin yang aku pakai sekarang meski tak mahal dan sederhana tapi cincin ini adalah cincin yang menyimpan banyak cerita sampai aku memakainya.
MAKASICH IONK ^_^

Jumat, 24 September 2010

This Song for You


Lirik Lagu La Luna – Sesali Tak Sejak Dulu


Sesali tak sejak dulu
Ku miliki dirimu
Ternyata kaulah yang
Paling mengertiku

Berakhirlah sudah sendiriku
T’lah kutemukanmu dihatiku
Beruntungnya aku
Miliki dirimu


Sesali tak sejak dulu
Ku miliki dirimu
Ternyata kaulah yang
Paling mengertiku

Takkan kubuang waktuku
Tuk selalu bersamamu
Ku akan setia
Hingga berakhir sang waktu

Beruntungnya aku
Miliki dirimu

Back to Reff:
Lala..lala..lala..
Lala..lala..lala..

http://liriklaguindonesia.net/l/la-lula/la-luna-sesali-tak-sejak-dulu/

Kamis, 23 September 2010

For My riEku cAiiaNk


Mungkin gak ada hal eant special eant bisa fuku kasih buat rieku..
Gak seperti eant selalu rieku kasih buat fuku...
Makasih ea ionk, ionk udah mau ngertiin fuku dan jadi pacar yang baik buat fuku...
Semoga setiap kesulitan eant kita hadapi akan membawa kita pada kemudahan...

Jumat, 17 September 2010

Rainfall for My Lovely


Hujan turun deras, membuat aku menunda kepulanganku ke rumah. Sudah jam setengah 7 malam. Tapi hujan tetap tak kunjung reda juga. Aku hanya mampu memandangi setiap rintikan air hujan yang turun. Tiba-tiba handphoneku berbunyi, ternyata dari dia. Orang yang aku sayang. Dia menanyakan keadaanku, aku tau nadanya mengkhawatirkanku karna aku belum pulang, hujan turun deras, aku tak membawa payung, dan dia tak bisa menjemputku.
"Udah pulang ?" katanya terdengar khawatir.
"Belum" jawabku singkat.
"Kenapa ? Bawa payung kan ?"
"Enggak."
"Kalo gitu Abs bawaiin payung ea, tunggu bentar jangan kemana-mana ! Ujannya gede banged."
 Sebetulnya aku sudah menolak permintaannya itu. Namun dia tetap memaksa. Itulah Abs, selalu melakukan apa yang dia anggap benar. Aku menunggunya, khawatir juga padanya. Karna malam ini dia harus menjemputku dengan kendaraan umum. Motornya rusak sejak beberapa hari yang lalu.
Aku akui, setiap hari aku betul-betul merindukannya, berharap agar semua ini tidak pernah terjadi. Satu kebiasaan yang hilang membuat diriku merasa kehilangan.

Tak lama Abs pun datang, tubuhnya basah kuyup, dia tak menggunakan payung. Dan betapa kesalnya hatiku saat melihat Abs seperti itu, Apa dia tak berpikir, dia tak membiarkan air hujan membasahiku tapi dia membiarkan air hujan membasahinya. Dan tak mungkin sepertinya jika dia harus naik kendaraan umum dengan keadaan basah seperti itu. Lalu dia memutuskan untuk jalan ke rumah dan menyuruhku naik kendaraan umum sendiri. Lagi-lagi jalan pemikiran yang rumit. Seharusnya dia tahu aku tak akan mau melakukan hal itu. Beradu pendapatlah kami. Dan terjadilah pertengkaran kecil ini.

Dia berjalan sendiri berlawanan arah dengan jalan yang akan aku lalui. Aku melihatnya pergi sambil memegangi payung yang dia berikan untukku. Semakin lama dia menjauh dari pandanganku. Gelapnya malam membuat dia tak nampak jelas. Lalu aku pun memutuskan untuk mengikuti langkahnya.
Tiba-tiba handphoneku berdering. Panggilan masuk dari Abs tertera di layar handphoneku. Aku mengangkatnya, ternyata dia melihatku mengikutinya dari kejauhan.
"Mau kemana ?" tanyanya.
"Mau pulang." jawabku dengan nada datar.
"Mau bareng rieku ea pulangnya ?"
"Enggak, kata sapa !"
"Jadi gk mau bareng nih, terus kenapa gk pulang ? Arah pulangnya kan kesebelah sana.Kenapa gk naik angkot ?" nadanya terdengar seperti sedang menggodaku.
"Gak, aku mau jalan ajh."
"Rieku tunggu ea."
Telponnya dimatikan.
Aku semakin mendekat ke arahnya. Lagi-lagi seperti drama romatic.Jika aku ingat kejadian tadi, aku  tertawa kecil. Hujan deras, seorang pria membawakan payung untukku sembari diguyur air hujan. Mungkin itu bukti pengorbanan dia untukku. Lalu kami bertengkar ditengah derasnya hujan malam. Dan sekarang kami berjalan kaki pulang ke rumah melawan sang hujan.

Sepanjang jalan kami tertawa dan berbincang. Hingga ada sesuatu yang mengingatkanku pada kekesalanku yang tadi. Dan aku kembali marah. Pertengkaran itu kembali terjadi. Kali ini kesabaran Abs untukku telah habis. Dia betul-betul marah saat aku memutuskan untuk berjalan sendiri tanpanya. Dia tak mengikutiku walaupun aku berharap seperti itu.

Ditengah hujan deras dan gelap malam aku berjalan sendiri, pandanganku hanya tertuju pada apa yang ada dihadapanku. Sorotan lampu terkadang menyinari tubuhku. Dan sesekali di sepanjang jalan ditemani hilir mudik kendaraan. Yang aku pikirkan hanya satu tujuan. Rumah Abs.

Aku tak tau apa yang aku rasakan saat ini. Aku hanya ingin melepaskan kesedihanku yang telah tertabung sejak beberapa hari yang lalu. Sejak hilangnya kebiasaan Abs yang selalu dilakukannya padaku.
Setelah kususuri jalan Banda, jalan Aceh, jalan Cendana, akhirnya aku sampai juga di jalan Manglite 39 di depan rumah Abs, rasa lelah itu tak terasa sedikit pun. Kusimpan payung dan beberapa gantungan kunci yang bertuliskan Rieku - I LOVE Her - Fuku - Fuku - I LOVE Him - Rieku di depan pintu pagar rumahnya. Aku melihat cahaya lampu dari ruang tamu Abs. Mungkin Abs telah pulang. Tak lama aku mendapatkan pesan singkat darinya.

Lngsung pulang jgn kemna mna dlu.

19:07:43
17-09-2010

Aku tak membalas. Tak lama handphoneku berdering kembali. Abs yang menelpon rupanya. Aku sengaja tak menjawab telponnya. Setelah agak jauh dari rumahnya aku menjawab telponnya.
"Lagi dimana ?"
"Payung udah aku simpen di depan rumah."
Lalu aku menutup telpon. Aku kembali berjalan dan  berhenti ditepi jalan untuk menunggu angkutan umum yang datang. Cukup lama aku menunggu angkutan umum jurusan Kalapa-Aceh di sebrang lapang Supratman dekat SD Ciujung. Lalu apa yang aku tunggu akhirnya datang, ketika aku akan memasuki pintu angkutan umum seseorang memanggilku dari belakang. Saat ku tengok Abs berlari menghampiriku, aku tak peduli denganya lalu aku melanjutkan naik angkutan umum dan ternyata Abs ikut masuk bersamaku. Sepanjang perjalanan dalam angkutan umum aku seperti tak mengenalnya. Kami tak saling bicara ataupun melihat.

Ketika penumpang angkutan umum semakin berkurang hanya tinggal aku, Abs, dan pak sopir, Abs memulai pembicaraan dan meminta maaf atas kejadian tadi. Entah mengapa perasaan kesal itu masih ada dihatiku. Padahal sudah jelas Abs ini semua tak sepenuhnya kesalahan Abs justru aku yang lebih banyak salah. Tapi inilah sifat burukku, terlalu sulit untuk memaafkan kesalahan orang lain. Maafkan aku Abs.

Kami membicarakan apa yang sebetulnya jadi masalah tadi. Dan kami mencoba untuk dewasa dalam menyelesaikan masalah tadi. Tapi aku terlalu arogant untuk menghargai pasanganku. Hingga akhirnya Abs membuat semua emosiku keluar, dan aku mengucapkan kata yang salah. Lalu aku tertawa. Dan Abs memegang kepalaku.
"Gak aneh, udah ea chayank rieku juga tau apa eant fuku bilang itu cemuanya cuma emosi doank. Rieku tau fuku chayang bnged ama rieku. Fuku gk mau riekunya kenapa-kenapa kan ? Fuku mank baik niatnya mau ngasih tau rieku. Tapi gak kayak gitu caranya. Kan rieku udah bilang, boleh protes tapi gak boleh sambil bentak-bentak atau marah-marah."
"Ea abis riekunya susah dikasih taunya, coba ikutin kata fuku tadi gak usah jemput kan gak akan berantem."
"Ssssttttsssss, udah. Kita pulang yu udah malem."
"Gak mau riekunya jahat, masa pacarnya dibiarin jalan cendiri. Kalo fukunya kenapa-kenapa gimana ?"
"Oiaia, udah ea cup cup cup. Maafin rieku ya buad hari ini."
"Iah, maafin fuku juga."

Semudah itulah kami bertengkar dan bermaafan. Manusia punya dua sisi kepribadian. Terlihat jelas saat dia mengutamakan keegoisan atau mengikuti perasaan. Tutur kata, ucap, dan sikap. Serta apa yang dia lakukan.
I LOVE YOU IONK...

Rabu, 15 September 2010

The Sweet Memories because September, 23


Hanya tinggal menghitung hari. Hump, sebenernya mungkin gk ada yang special di tanggal 23 September setiap tahunnya. Tapi berbeda dengan 23 September setahun yang lalu dan 23 September setiap tahun berikutnya. 23 September 2009, tanggal dimana aku dan Abs memulai kembali hubungan yang sempat kami jalani selama 13 hari lamanya. Dan berakhir. Kami tidak pernah berhubugan lagi selama 3 bulan lamanya. Mungkin rasa rindu itu sempat hadir, ditemani rasa kecewa eant mendalam, dan penyesalan eant tak pernah berakhir. Namun kini semuanya berbeda, ditanggal 23 September itu, semua menjadi lebih indah.

Dihari-hari menjelang tanggal 23 September ini, harapan-harapan kecil mulai bermunculan. Berharap agar kebahagiaan kecil ini tetap terus terjaga, berharap kebahagiaan kecil ini takkan pernah padam, dan berharap kebahagiaan kecil ini akan memancarkan kebahagiaan yang lain.

Pertama kali kurasakan indahnya saat apa yang menjadi kekuranganku dicintai oleh orang lain, dan bagaimana aku merasakan kesempurnaan saat aku belajar untuk mencintai kekurangan orang lain.
Aku ingat, bagaimana pertama kali aku bertemu dengannya, menyapanya, memberikan senyum manja. Seperti adegan drama romatic. Dan semuanya di luar skenario yang aku buat.

23 September, awal dari semua cerita tentang aku dan Abs. Dia yang telah membuatku seperti ini, jika tanpa dia mungkin tak pernah ada aku yang sekarang. Dan semua jadi indah karena 23 September.